Mana Yang Lebih Baik Antara Samsung Exynos Vs Snapdragon


Samsung merupakan vendor yang beberapa tahun belakangan ini terus menyita perhatian publik. Bagaimana tidak? Beragam perangkat yang disuguhkannya sangat mudah untuk memikat mata siapa saja. Belum lagi, segala inovasi yang ditanamkan ke dalam perangkat-perangkatnya sangat pas dengan kebutuhan banyak orang saat ini.

Tidak heran jika Samsung berhasil menguasai pasar smartphone di hampir seluruh negara yang didatanginya, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu produk Samsung di tahun ini yang paling menarik perhatian masyarakat Indonesia adalah Galaxy S8 series.
Mana Yang Lebih Baik Antara Samsung Exynos Vs Snapdragon
Walau dijual dengan harga selangit, namun Galaxy S8 series tetap laris di pasaran. Bahkan, model tahun lalunya saja masih diincar oleh banyak orang, berkat inovasinya yang menembus khayalan banyak orang.

Dibalik boomingnya Galaxy S8 series, terdapat sebuah tanda tanya besar di hati mereka yang selalu memperhatikan produk terbaru Samsung. Tidak hanya satu, melainkan ada 2 pertanyaan sekaligus.

Pertama, mana yang lebih baik antara chipset Exynos dan Snapdragon? Kedua, kenapa ada versi chipset? Berikut sedikit penjelasan kami yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Mana yang Lebih Baik antara Exynos dan Snapdragon?

Mana Yang Lebih Baik Antara Samsung Exynos Vs Snapdragon
Disetiap perangkat flagship-nya, vendor asal Korea Selatan tersebut selalu menyuguhkan 2 pilihan chipset yang berbeda. Salah satunya akan diisi oleh chipset Exynos dan sisanya adalah Snapdragon besutan Qualcomm. Exynos sendiri merupakan chipset yang diproduksi sendiri oleh Samsung. Dengan fakta tersebut, tidak heran jika chipset tersebut memiliki kualitas yang sangat baik.

Sayangnya Exynos hanya tersedia di perangkat-perangkat berlogokan Samsung, sehingga kamu tidak akan menemukan chipset tersebut di perangkat besutan brand lain.

Menurut informasi yang kami terima, harga chipset Exynos sendiri sangatlah mahal. Tidak heran jika tidak ada satupun vendor dari brand lain yang menggunakannya.

Namun, dibalik harganya yang mahal tersebut, sudah menjadi rahasia umum jika Exynos memiliki kinerja yang sangat baik. Salah satu keumggulan chipset tersebut adalah memaksimalkan kinerja baterai agar bertahan lama, tanpa mengurangi performa.

Belum lagi, sejauh pengalaman kami menggunakan Exynos (Eynos 8890 pada Galaxy S7 Edge), sangat jarang sekali ditemukan chipset mengalami lag atau bahkan panas berlebih ketika performanya dipacu terus menerus. Hal ini tentu berbeda dengan Snapdragon.

Snapdragon merupakan chipset yang ditujukan untuk perangkat mobile, yang diciptakan oleh Qualcomm. Salah satu keunggulah chipset tersebut adalah pilihan harganya yang murah, bahkan bisa dibilang lebih murah dibandingkan dengan Exynoss. Belum lagi, Qualcomm menciptakan Snapdragon untuk segala segmen pasar, karena hadir dalam seri 400, 600, hingga 800.

Snapragon 821 merupakan chipset besutan Qualcomm yang pernah kami cicipi performanya, melalui perangkat OnePlus 3T. Chipset tersebut memang memiliki performa yang sangat baik, load yang terjadi di dalamnya pun bisa terjadi dengan sangat cepat.

Namun sayangnya, chipset tersebut terkesan lebih boros baterai. Belum lagi, perangkat yang ditenagai Snapdragon 821 lebih cepat panas.

Dengan demikian, baik Exynos ataupun Snapdragon bisa disimpulkan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Sehingga sangat sulit untuk menentukan mana yang lebih baik.
Jika ditanya pilihan pribadi kami, maka kami akan memilih Exynos.

Kenapa Ada 2 Versi Chipset?

mana yang lebih baik antara chipset Exynos dan Snapdragon? Kedua, kenapa ada versi chipset? Berikut sedikit penjelasan kami yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut.  Exynos Dan Snapdragon, Snapdragon vs Exynos vs Mediatek Siapa Terbaik,  Exynos vs Qualcomm Snapdragon, Manakah yang Terbaik, Adu Kecepatan Chipset Samsung Galaxy S7: Exynos Vs Snapdragon, Snapdragon 835 vs. Exynos 8895, Mana Prosesor yang Paling Cepat, Snapdragon 835 Vs Exynos 8895, Mana Lebih Oke, kelebihan dan kekurangan prosesor exynos, prosesor exynos vs snapdragon, exynos vs snapdragon vs mediatek, exynos 8890 vs snapdragon 820 bagus mana, snapdragon vs exynos 7870 exynos 7880 vs snapdragon 650, mediatek vs exynos, exynos 8895 vs snapdragon 835
Pertanyaan yang paling sering kami temui hingga saat ini adalah, kenapa Samsung harus menghadirkan perangkat dengan dua pilihan chipset berbeda? Mengapa tidak semuanya diisi oleh Snapdragon saja atau Exynos saja?

Pertama-tama, mari kita telusuri target pasar dari masing-masing chipset tersebut. Samsung menggunakan chipset Snapdragon hanya untuk perangkatnya yang dijual di wilayah Amerika Serikat, China dan Jepang saja. Sedangkan, untuk sisa target pasarnya akan diisi oleh perangkat ber-chipset Exynos.

Menurut informasi yang kami raih, langkah Samsung tersebut adalah untuk memangkas harga jual dari perangkatnya. Seperti yang telah kami sampaikan, Snapdragon merupakan chipset yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan Exynos.

Informasi lain menyebutkan, hanya untuk pasar Amerika, jika Samsung menggunakan chipset Exynos ke dalam produknya, maka harga jualnya akan sangat tinggi. Belum lagi mengenail regulasi khusus di Amerika ketika sebuah perangkat menggunakan kandungan di dalam negeri Paman Sam tersebut, na,pak terdapat keuntungan lebih yang akan diraih oleh Samsung.

Kesimpulan

Mana Yang Lebih Baik Antara Samsung Exynos Vs Snapdragon
Samsung memang perusahaan yang sudah tidak dapat diragukan lagi di setiap langkah marketing yang dilakukannya. Sehingga, jika ditanya lebih dalam mengapa dan kenapanya, maka kami pribadi tidak bisa menjawabnya, karena Samsung pastinya menutup rapat-rapat hal tersebut.

Satu pertanyaan kami saat ini adalah, jika perangkat flagship Samsung yang ditenagai Snapdragon jauh lebih murah, kenapa yang dijual di Indonesia hanya perangkat berisikan Exynos? Jika hal itu dilakukan, mungkin akan banyak orang di sini yang bisa memilikinya.

5 Kekurangan Iphone X Yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Membelinya


Tepat pada perayaan sepuluh tahun perangkat ponsel pintarnya, Apple memperkenalkan sebuah produk khusus yang diberi nama iPhone X. Perangkat itu pun dielu-elukan oleh banyak orang, terutama mereka yang dikenal sebagai Fanboy Appe (sebutan penggila produk Apple).
Tepat pada perayaan sepuluh tahun perangkat ponsel pintarnya, Apple memperkenalkan sebuah produk khusus yang diberi nama iPhone X. Perangkat itu pun dielu-elukan oleh banyak orang, terutama mereka yang dikenal sebagai Fanboy Appe (sebutan penggila produk Apple).

iPhone X muncul seakan ingin memproklamirkan kemajuan perkembangan dari perangkat smartphone yang berhasil diciptakan oleh Apple. Bagaimana tidak? Hampir seluruh estetika dari sebuah smartphone di tahun 2017 dihadirkan Apple ke dalam perangkat beredisi khususnya tersebut, seperti desain bezel-less, hilangnya tombol home, dan penyematan lensa ganda.

Namun sayang, selain harganya yang terlalu mahal, jika diperhatikan dengan seksama terdapat beberapa sudut yang membuat para peminatnya dijamin mengambil langkah kaki mundur untuk membeli iPhone X. Jika kamu merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang tidak menyadarinya, maka silahkan simak artikel berikut.

Bukan Sebuah Perangkat Bezel-Less

Pada poin pertama ini, kamu dapat melihat jika kami melengkapi judul dengan sebuah tanda seru. Hal tersebut disebabkan oleh rasa kesal yang memuncak, akibat sempat tertipu dengan tampilan bezel-less yang nampak dari iPhone X, yang notabene tidak sama sekali.

Pada poin pertama ini, kamu dapat melihat jika kami melengkapi judul dengan sebuah tanda seru. Hal tersebut disebabkan oleh rasa kesal yang memuncak, akibat sempat tertipu dengan tampilan bezel-less yang nampak dari iPhone Xyang notabene tidak sama sekali.

Kenapa? Jika diperhatikan, iPhone X bahkan tidak pantas untuk menyandang predikat smartphone dengan bezel tipis. Ukuran bezel dari perangkat tersebut sangatlah serupa dengan bezel perangkat iPhone sebelumnya, hanya saja Apple melebarkan bagian layarnya hingga hampir ke keempat sisi perangkat tersebut.

Terlebih, bagian lensa kamera depan serta yang berbaris rapih dengan segala macam sensor baru dan microspeaker masih terlihat hitam, dan cukup mengganggu desain full screen dari iPhone X.

TouchID Dihilangkan

Banyak orang yang heboh akan kehadiran sebuah fitur pembuka perankgat terkunci baru yang ada di iPhone X, yang diberi nama FaceID. Sayangnya, fitur tersebut bukan menambahkan daftar dari kunci keamanan perangkat Apple, namun malah menghilangkan keberadaan fitur pengamanan sebelumnya, yakni TouchID.

Banyak orang yang heboh akan kehadiran sebuah fitur pembuka perankgat terkunci baru yang ada di iPhone X, yang diberi nama FaceID. Sayangnya, fitur tersebut bukan menambahkan daftar dari kunci keamanan perangkat Apple, namun malah menghilangkan keberadaan fitur pengamanan sebelumnya, yakni TouchID.

Hal ini tentu berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Samsung. Ketika perusahaan asal Korea Selatan tersebut menambahkan fitur pengamanan baru, maka fitur pengamanan lama masih diselipkannya. Contohnya saja seperti fitur pemindai jari, pattern, passcode, password hingga fingerprint yang masih menempel pada S8, S8 Plus dan Note 8 walau ketiga perangkat tersebut telah dibekali dengan iris scanner.


FaceID yang Masih Diragukan KemampuannyaSeperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, FaceID merupakan fitur terkini yang mampu memindai wajah seseorang sebagai alat pembuka layar yang terkunci bahkan sebagai pengganti password dalam menggunakan Apple Pay.

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, FaceID merupakan fitur terkini yang mampu memindai wajah seseorang sebagai alat pembuka layar yang terkunci bahkan sebagai pengganti password dalam menggunakan Apple Pay.

Kinerja dari fitur tersebut adalah dengan memindai ratusan ribu titik yang diklaim Apple selama ini tersembunyi di wajah manusia, dan dimanfaatkannya sebagai pola kunci. Hebatnya, fitur tersebut tidak akan bisa dimanipulasi dengan foto wajah orang yang sama, bahkan dengan mimik muka yang sama.

Sayang, fitur tersebut terlihat masih kurang sempurna. Pasalnya pada demonstrasi FaceID yang dilakukan oleh Craig Federighi selaku Senior Vice President of Software Engineering Apple, fitur itu sempat gagal untuk memindai wajahnya.

Bahkan, pada perangkat kedua (telah disiapkan oleh Apple seakan sadar jika hal tersebut akan terjadi) Craig mengusap terlebih dahulu wajahnya. Dugaan pertama kami adalah Craig sedikit gugup akibat hal yang memalukan tersebut, namun nampaknya FaceID akan sulit untuk memindai wajah ketika terdapat beberapa material tipis yang hinggap di wajah pengguna.

Dengan begitu, FaceID akan sangat tidak cocok bagi orang yang gemar berdandan ataupun yang diberkahi dengan wajah mudah berminyak.

Baca Juga : Daftar Fitur Terbaru Iphone X Yang Belum Pernah Di Bawa Apple

Lensa Kamera Depan ataupun Belakang yang Nampak Tidak Meningkat

Perangkat Apple dikenal sebagai perangkat yang sangat baik dalam menciptakan gambar melalui lensa kameranya. Sayangnya, pada iPhone X, spesifikasi kameranya tidak jauh atau bahkan sama sekali tidak berbeda dari iPhone 7 Plus.

Perangkat Apple dikenal sebagai perangkat yang sangat baik dalam menciptakan gambar melalui lensa kameranya. Sayangnya, pada iPhone X, spesifikasi kameranya tidak jauh atau bahkan sama sekali tidak berbeda dari iPhone 7 Plus.

Jika dijabarkan, iPhone 7 Plus merupakan perangkat yang dibekali dengan dua lensa kamera utama beresolusi 12MP, f/1.8 dan f/2.8, lengkap dengan phase detection autofocus, OIS, 2x optical zoom, dan quad-LED flash. Bandingkan saja dengan iPhone X yang ditenagai Dual 12 MP, (28mm, f/1.8, OIS & 56mm, f/2.8), phase detection autofocus, 2x optical zoom, quad-LED (dual tone) flash.

Pada bagian kamera depannya pun, iPhone X masih dibekali dengan lensa kamera bertenaga 7MP f/2.2, yang serupa dengan apa yang dimiliki oleh iPhone 7 Plus.

Harganya Kemahalan

Apple memang merupakan brand yang setiap produknya sulit untuk dimiliki oleh semua orang di dunia. Alasan utamanya tentu karena harganya yang selangit, yang bahkan bagi kami lebih baik dijadikan sebagai DP motor bebek ketimbang sebuah smartphone.

Apple memang merupakan brand yang setiap produknya sulit untuk dimiliki oleh semua orang di dunia. Alasan utamanya tentu karena harganya yang selangit, yang bahkan bagi kami lebih baik dijadikan sebagai DP motor bebek ketimbang sebuah smartphone.

Namun, penilaian kami terhadap harga yang kemahalan dari produk Apple semakin diperparah berkat munculnya si iPhone X. Terlebih, keempat poin diatas telah kami ungkap dan sadari, sehingga Apple terkesan berlebihan dalam mematok iPhone X, yang dimulai dari $999 atau sekitar Rp 13,1 jutaan.

Kami akan masih setia dengan iPhone 6s, Samsung Galaxy S7 Edge, dan Xiaomi Mi 4i yang hingga saat ini begitu rajin berada di genggaman tangan kami.

Daftar Fitur Terbaru Iphone X Yang Belum Pernah Di Bawa Apple

Bersamaan dengan perayaan ulang tahun iPhone yang kesepuluh, Apple secara resmi memperkenalkan 3 perangkat terbarunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan sebuah perangkat beredisi spesial, iPhone X (Ten/Sepuluh). Perangkat tersebut menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan meluncurkan sebuah perangkat khusus.
Bersamaan dengan perayaan ulang tahun iPhone yang kesepuluh, Apple secara resmi memperkenalkan 3 perangkat terbarunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan sebuah perangkat beredisi spesial, iPhone X (Ten/Sepuluh). Perangkat tersebut menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan meluncurkan sebuah perangkat khusus.

iPhone X juga dikabarkan menjadi perubah era smartphone di tahun 2018. Seperti yang kita ketahui bersama, iPhone selama ini terus menjadi kiblat kebanyakan vendor dalam menyajikan perangkat terbaiknya di setiap tahun. Namun, hal itu mulai memudar ketika era bezel-less muncul.

Walau terlambat, iPhone X membawa segala hal mengagumkan yang selama ini belum pernah sekalipun diperkenalkan oleh Apple melalui barisan perangkatnya. Tidak heran jika Apple disebut-sebut akan kembali menjadi kiblat bagi para vendor smartphone.

Berikut kemewahan yang hakiki yang baru diperkenalkan Apple hanya di dalam iPhone X.

Desain Bezel-less 4 Sisi

Daftar Fitur Terbaru Iphone X Yang Belum Pernah Di Bawa Apple
Melalui iPhone X, Apple membuktikan keterlambatannya dalam menghadirkan perangkat bezel-less bukanlah tanpa alasan. Pihaknya seakan ingin menunjukan, jika mereka tidak ingin mengeluarkan sebuah produk teranyar tanpa membekali dirinya dengan pengetahuan yang sempurna, contohnya saja perangkat bezel-less.

Pada iPhone X yang berbentang layar 5,8 inci, Apple untuk pertama kalinya memperkenalkan sebuah perangkat bezel-less, yang tidak hanya dua ataupun tiga sisi, namun di keempat sisi perangkat tersebut. Desain ini tentu membuat iPhone X sangat futuristik dan mengagumkan.

Penggunaan Teknologi Layar AMOLED

Bersamaan dengan perayaan ulang tahun iPhone yang kesepuluh, Apple secara resmi memperkenalkan 3 perangkat terbarunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan sebuah perangkat beredisi spesial, iPhone X (Ten/Sepuluh). Perangkat tersebut menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan meluncurkan sebuah perangkat khusus.
Layar iPhone X yang memiliki ukuran bezel tipis tersebut juga tidak menggunakan IPS, melainkan teknologi AMOLED dari kubu Samsung. Hal tersebut juga menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan menggandeng rivalnya, Samsung dalam segi layar.

Penggunaan teknologi AMOLED ini tentu akan membuat iPhone X menjadi perangkat pertama yang meninggalkan teknologi retina display. Jika diingat-ingat, retina display yang berdasarkan IPS saja sudah menganggumkan, lalu apa jadinya jika sebuah iPhone menggunakan teknologi AMOLED?

Kamera Ganda Berkemampuan AR

Bersamaan dengan perayaan ulang tahun iPhone yang kesepuluh, Apple secara resmi memperkenalkan 3 perangkat terbarunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan sebuah perangkat beredisi spesial, iPhone X (Ten/Sepuluh). Perangkat tersebut menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan meluncurkan sebuah perangkat khusus.
Contoh lain yang membuat iPhone menjadi perangkat terbelakang adalah ketiadaannya fitur AR yang tersemat. Padahal, beberapa perangkat Android telah menggunakannya sejak 2 tahun lalu.

Permasalahan itupun diselesaikan oleh Apple, dengan menyematkan fitur AR ke dalam iPhone X. Bahkan, Apple dengan bangga menyebut lensa kamera utama iPhone X akan membawa dunia AR yang lebih luas lagi kepada mereka para penggilanya.

Wireless Charging

Bersamaan dengan perayaan ulang tahun iPhone yang kesepuluh, Apple secara resmi memperkenalkan 3 perangkat terbarunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan sebuah perangkat beredisi spesial, iPhone X (Ten/Sepuluh). Perangkat tersebut menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan meluncurkan sebuah perangkat khusus.
Walau telah lama dilengkapi dengan fitur NFC, namun Apple selama ini terkesan enggan untuk menyematkan fitur Wireless Charging. Padahal rival sejatinya, Samsung telah sangat akrab dengan teknologi tersebut dan berhasil memanjakan para penggunanya.

Dan akhirnya, pada iPhone X, Apple secara resmi memperkenalkan fitur Wireless Charging. Fitur tersebutpun disempurnakannya dengan kemampuan untuk mengenali perangkat lainnya yang ikut diisi kapasitas baterainya, seperti earpod dan Apple Watch.

Pengenal Wajah yang Diberi Nama FaceID

Bersamaan dengan perayaan ulang tahun iPhone yang kesepuluh, Apple secara resmi memperkenalkan 3 perangkat terbarunya, iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan sebuah perangkat beredisi spesial, iPhone X (Ten/Sepuluh). Perangkat tersebut menjadi bukti nyata dari rumor yang selama ini beredar, yang menyebutkan Apple akan meluncurkan sebuah perangkat khusus.
Ketika Samsung telah memperkenalkan fitur Iris Scanner, Apple kali ini baru memperkenalkan FaceID sebagai langkah lain penggunanya dalam membuka layar perangkatnya, selain dengan memindai jari.

FaceID memanfaatkan geometry unik dari wajah manusia, dnegan memetakan 30 ribu lebih titik kasat mata yang berada pada bagian wajah. Hal itu membuat FaceID menjadi fitur pengenal wajah yang paling tepat sampai saat ini.

FaceID tidak hanya dapat digunakan untuk membuka layar, namun juga menjadi syarat autentikasi ketika pengguna hendak menggunakan Apple Pay.

Kesimpulan

iPhone X memang merupakan perangkat smartphone termutakhir yang selama ini belum pernah kita saksikan. Apple seakan menunjukan kerja kerasnya selama setahun penuh unntuk mengejutkan publik, salah satunya melalui iPhone X.

Dengan beragam fitur baru yang dibawanya, tidak heran jika Apple mematok harga yang sangat tinggi untuk mereka yang hendak memiliki iPhone X, yakni mulai dari $999 atau sekitar Rp 13,1 jutaan. Harga tersebut tentu sangatlah tinggi, dan cukup untuk membuat kantung kita menangis tersedu-sedu.

Apakah menurutmu iPhone X layak untuk dimiliki?

Alasan Kenapa Sinyal 4G Di Indonesia Masih Lambat / Lemot


Long-Term Evolution (LTE) atau biasa disebut sebagai jaringan 4G sempat diharap-harap menjadi solusi bagi buruknya layanan data di tanah air. Iming-iming koneksi yang lebih cepat dengan bandwidth yang lebih lebar membuat pengguna smartphone dan tablet menanti-nanti. Sayangnya, hampir empat tahun setelah kehadiran LTE di Indonesia, mimpi tersebut tak kunjung terwujud.

Data terbaru dari OpenSignal menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata LTE di Indonesia masih di angka 7,71 Mbps. Angka tersebut merupakan angka hasil penelitian bulan Juni 2017. Jika dibandingkan dengan angka sebelumnya di bulan November 2016, kecepatan rata-rata LTE di Indonesia justru mengalami penurunan sebesar 12,28% dari 8,79 Mbps.

Jika dibandingkan lagi dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia tentu jadi sangat menyedihkan. Lagipula, Singapura memiliki kecepatan LTE yang setara dengan Korea Selatan jika mengacu pada data yang dimiliki oleh OpenSignal. Sebagai informasi, kecepatan rata-rata LTE di Singapura adalah 45,62 Mbps sementara Malaysia di angka 14,35 Mbps.

Belum Tersebar Di seluruh Wilayah Indonesia

Kabar baiknya, konsistensi pelanggan mendapatkan jaringan LTE di Indonesia semakin baik. Menurut data yang sama, daerah yang terjangkau LTE di bulan November 2016 baru 58,84%, sementara di bulan Juni 2017 sudah meningkat ke angka 62,77%. Perlu diingat bahwa angka ini bukan berarti LTE sudah tersedia di 62,77% wilayah Indonesia ya.

Dari angka konsistensi tersebut, Indonesia bisa berbangga diri karena berada di atas Italia, Jerman, Rusia, dan Perancis. Konsistensi yang semakin tinggi ini bisa menjadi penghibur atas kecepatan LTE yang dirasa biasa-biasa saja.

Padahal, jika mengacu ke data statistik yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), kontribusi pita lebar terhadap ekonomi, ketika terjadi pengembangan pita lebar sebanyak 1%, dapat mengurangi angka pengangguran sebanyak 8,6%, dan bila terdapat kenaikan pengembangan pita lebar sebanyak 10%, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara akan meningkat 1,38%.

Penetrasi Internet di Indonesia masih di bawah rata-rata

Jika dikombinasikan dengan data yang dimiliki oleh We Are Social, maka turunnya kecepatan 4G LTE tersebut justru makin merugikan warga. Data Januari 2017 tersebut menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia baru berada di angka 51% atau masih di bawah angka rata-rata penetrasi internet di Asia Tenggara. Angka tersebut jauh di bawah Vietnam (53%), Thailand (67%), dan Filipina (58%). Untuk Singapura dan Malaysia, sebaiknya tidak usah dibandingkan karena keduanya memang tergolong negara maju.

Bahkan untuk urusan media sosial, meski Indonesia seringkali disebut sebagai negara dengan jumlah pengakses terbanyak untuk situs Facebook dan Twitter di Asia, ternyata penetrasinya hanya 40%. Bayangkan jika 71% warga Indonesia (sama seperti Malaysia) memiliki akses ke media sosial, tentu semua media sosial akan semakin gencar berinvestasi di negara ini. Atau, bukan tak mungkin akan lahir platform media sosial baru yang popular, namun hasil kreasi anak bangsa.
Seperti disebutkan di awal, usia LTE di Indonesia sudah hampir 4 tahun. Artinya, sudah saatnya Indonesia mendapatkan kecepatan 4G LTE yang seharusnya, karena angka 7,71 Mbps itu sebenarnya masih bisa diraih oleh koneksi 3.5G yang di atas kertas pun bisa mencapai 42 Mbps. Bagaimana operator tanah air?

Alasan Kenapa MIUI 8 Lebih Canggih Ketimbang iOS11 bahkan Android O

Di pasar smartphone global, praktis hanya dua sistem operasi (OS) yang bersaing secara head-to-head yakni Android dan iOS. Uniknya, untuk Android, ada beragam OS kreasi vendor yang seringkali mengungguli OS dari Android Open Source Project (AOSP). Bahkan, tak jarang para vendor lah yang lebih dulu menanamkan fitur terbaru pada OS dan smartphone mereka, atau lebih cepat menyempurnakan fitur yang ada.

Di pasar smartphone global, praktis hanya dua sistem operasi (OS) yang bersaing secara head-to-head yakni Android dan iOS. Uniknya, untuk Android, ada beragam OS kreasi vendor yang seringkali mengungguli OS dari Android Open Source Project (AOSP). Bahkan, tak jarang para vendor lah yang lebih dulu menanamkan fitur terbaru pada OS dan smartphone mereka, atau lebih cepat menyempurnakan fitur yang ada.

Contohnya saat Samsung menghadirkan S-Beam di Galaxy SIII pada 2012. Sistem transfer peer-to-peer via Wi-Fi ini jauh lebih cepat jika dibandingkan Android Beam yang menggunakan Bluetooth. Bahkan, ketika Android 4.0 Ice Cream Sandwich hadir dengan fitur Face Unlock di 2011, Samsung lagi-lagi sanggup menanamkan fitur serupa untuk Galaxy Tab versi Korea meskipun basis OS-nya hanya Android 2.3 Gingerbread.

Itulah sebabnya vendor seperti Xiaomi, Oppo, dan Meizu lebih memilih menghadirkan OS kreasi mereka yakni MIUI, ColorOS, dan Flyme. Tak wajib mengusung OS Android terbaru, vendor tersebut menjanjikan performa dan fitur yang tak kalah canggihnya. Dari ketiganya, MIUI bisa dikatakan sebagai yang paling unggul. Selain tidak eksklusif untuk smartphone Xiaomi, di laman http://en.miui.com juga bisa dilihat kalau MIUI mendukung smartphone dari vendor lain dari Samsung, LG, bahkan HTC.
Di pasar smartphone global, praktis hanya dua sistem operasi (OS) yang bersaing secara head-to-head yakni Android dan iOS. Uniknya, untuk Android, ada beragam OS kreasi vendor yang seringkali mengungguli OS dari Android Open Source Project (AOSP). Bahkan, tak jarang para vendor lah yang lebih dulu menanamkan fitur terbaru pada OS dan smartphone mereka, atau lebih cepat menyempurnakan fitur yang ada.

Menurut Android Central, tercatat ada lebih dari 200 juta perangkat aktif yang mengusung MIUI sebagai OS utama. Angka tersebut memang bisa dibilang kecil jika dibandingkan dengan 1 miliar iPhone yang terjual sejak generasi pertama, namun, perlu dicatat bahwa angka 200 juta tersebut adalah angka real saat ini karena berdasarkan perangkat yang aktif.

Kalau dibandingkan, MIUI 8 sudah tersedia sejak lama untuk banyak seri Xiaomi, bahkan sudah mencapai versi 8.2. Sementara itu, iOS 11 Public Beta baru akan tersedia musim gugur nanti di Amerika Utara. Untuk Android O atau Android 8.0, versi Developer Preview sudah mencapai tahap ke-3 namun masih menunggu peluncurannya paling cepat pada akhir bulan Agustus.

Kenapa MIUI 8 Lebih Baik Dari iOS 11 & Android 8.0 (Oreo)

dari ketiganya, manakah yang terbaik? Mengingat MIUI 8 masih berbasis Android 6.0 Marshmallow, tampaknya sulit menjadikannya sebagai OS yang terbaik kalau mengingat Android terbaru sudah versi 7 dan sebentar lagi menuju versi 8. Ini alasannya:

Dukungan Perangkat
Untuk yang satu ini, MIUI 8 jelas unggul. Mendukung setidaknya 11 seri smartphone Xiaomi, dukungan untuk merk dan seri smartphone lain juga tersedia. Bandingkan dengan iOS 11 yang hanya tersedia untuk iPhone 5s atau setelahnya, serta iPad Mini 2 atau yang lebih baru. Khusus iOS, bukan rahasia lagi kalau setiap update OS seringkali membuat performa malah jauh menurun, khususnya untuk perangkat generasi lama (dalam hal ini iPhone 5s). Jadi, update tersebut malah seringnya menyusahkan. Terakhir, untuk And

Untuk yang satu ini, MIUI 8 jelas unggul. Mendukung setidaknya 11 seri smartphone Xiaomi, dukungan untuk merk dan seri smartphone lain juga tersedia. Bandingkan dengan iOS 11 yang hanya tersedia untuk iPhone 5s atau setelahnya, serta iPad Mini 2 atau yang lebih baru. Khusus iOS, bukan rahasia lagi kalau setiap update OS seringkali membuat performa malah jauh menurun, khususnya untuk perangkat generasi lama (dalam hal ini iPhone 5s). Jadi, update tersebut malah seringnya menyusahkan. Terakhir, untuk Android O, sudah jadi rahasia umum kalau perangkat yang akan mendapatkan versi awal adalah smartphone Nexus 5x, 6P, dan Pixel. Sisanya, silakan menunggu kebaikan hati vendor dalam memberikan update. Maklum saja, untuk urusan update, para vendor Android dikenal pelit dalam memberikan update, kecuali khusus smartphone andalan atau premium yang sudah jelas mahal harganya.

Dual Apps
Android dikenal sebagai smartphone yang ramah untuk sistem Multi-SIM. Akhirnya, banyak smartphone Android dengan dukungan Dual-SIM atau lebih yang dijual di pasaran. MIUI 8 memahami hal tersebut dan memberikan kemudahan pengguna dalam menggunakan aplikasi yang sama untuk dua nomor yang berbeda. Pengguna Whatsapp pasti tau pentingnya fitur ini hadir di smartphone mereka. Berbeda dengan Android O yang lebih menitikberatkan pada pasar Amerika Utara dan Eropa, sistem Dual-SIM tidak terlalu diminati. Selain karena pengguna seringnya terikat kontrak dengan operator, regulasi pengguna

Android dikenal sebagai smartphone yang ramah untuk sistem Multi-SIM. Akhirnya, banyak smartphone Android dengan dukungan Dual-SIM atau lebih yang dijual di pasaran. MIUI 8 memahami hal tersebut dan memberikan kemudahan pengguna dalam menggunakan aplikasi yang sama untuk dua nomor yang berbeda. Pengguna Whatsapp pasti tau pentingnya fitur ini hadir di smartphone mereka. Berbeda dengan Android O yang lebih menitikberatkan pada pasar Amerika Utara dan Eropa, sistem Dual-SIM tidak terlalu diminati. Selain karena pengguna seringnya terikat kontrak dengan operator, regulasi penggunaan nomor telepon selular juga lebih ketat dibandingkan di Asia atau Eropa Timur. Untuk iOS, lupakan saja. Karena sampai saat ini, Apple belum berminat meluncurkan perangkat dengan dukungan dua SIM Card atau lebih.

Smart Caller ID
Sering merasa terganggu dengan telepon dari telemarketer atau orang jahat yang ingin menipu kamu? Di MIUI 8, data nomor telepon yang sering dianggap mengganggu akan dicatat, dikumpulkan dan dibagikan ke seluruh pengguna MIUI 8. Artinya, meski nomor tersebut tidak dikenali, kamu bisa mengetahui apakah si penelepon adalah orang iseng. Untuk Android O dan iOS11, fitur serupa tidak tersedia meskipun bisa didapatkan dengan mengunduh aplikasi Truecaller dari App Store atau Play Store. Tak hanya itu, fitur telefoni di MIUI 8 juga semakin ditingkatkan, misalnya dengan fitur Auto Recording yang akan merekam setiap pembicaraan yang masuk atau keluar. Hal ini bisa kamu jadikan sebagai barang bukti ke pihak yang berwajib jika suatu saat mengalami hal yang kurang menyenangkan via telepon.

Sering merasa terganggu dengan telepon dari telemarketer atau orang jahat yang ingin menipu kamu? Di MIUI 8, data nomor telepon yang sering dianggap mengganggu akan dicatat, dikumpulkan dan dibagikan ke seluruh pengguna MIUI 8. Artinya, meski nomor tersebut tidak dikenali, kamu bisa mengetahui apakah si penelepon adalah orang iseng. Untuk Android O dan iOS11, fitur serupa tidak tersedia meskipun bisa didapatkan dengan mengunduh aplikasi Truecaller dari App Store atau Play Store. Tak hanya itu, fitur telefoni di MIUI 8 juga semakin ditingkatkan, misalnya dengan fitur Auto Recording yang akan merekam setiap pembicaraan yang masuk atau keluar. Hal ini bisa kamu jadikan sebagai barang bukti ke pihak yang berwajib jika suatu saat mengalami hal yang kurang menyenangkan via telepon.

Scrolling Screenshot
Di OnePlus 5, fitur ini menjadi salah satu yang didemonstrasikan saat peluncuran. Namun, kamu tak perlu membeli OnePlus 5 jika memang tertarik dengan fitur ini, karena fitur serupa juga sudah dihadirkan di browser MIUI 8. Saat kamu membaca artikel yang panjang, kamu bisa dengan mudah menyimpan versi gambar dari halaman tersebut untuk dibaca di waktu lain. Fitur serupa pada iOS11 dan Android O belum tersedia, kecuali menggunakan aplikasi pihak ketiga atau dengan add-on.

Di OnePlus 5, fitur ini menjadi salah satu yang didemonstrasikan saat peluncuran. Namun, kamu tak perlu membeli OnePlus 5 jika memang tertarik dengan fitur ini, karena fitur serupa juga sudah dihadirkan di browser MIUI 8. Saat kamu membaca artikel yang panjang, kamu bisa dengan mudah menyimpan versi gambar dari halaman tersebut untuk dibaca di waktu lain. Fitur serupa pada iOS11 dan Android O belum tersedia, kecuali menggunakan aplikasi pihak ketiga atau dengan add-on.

Smart Calculator
Di MIUI 8, bahkan aplikasi kalkulator saja mendapatkan update yang cukup signifikan. Tak hanya berfungsi sebagai kalkulator standar, kalkulator scientific juga tersedia tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. Fitur lainnya termasuk konversi mata uang asing secara real-time, konversi ukuran panjang, luas, hingga kecepatan. Jadi, kalau kamu penasaran berapa kecepatan Rossi saat melintasi garis finish, kamu bisa dengan cepat mengubah kecepatan MPH ke KPH cukup menggunakan kalkulator di MIUI 8. Untuk iOS11 dan Android O, fitur-fitur tambahan lainnya baru bisa didapat dengan mengunduh aplikasi terpisah.

Di MIUI 8, bahkan aplikasi kalkulator saja mendapatkan update yang cukup signifikan. Tak hanya berfungsi sebagai kalkulator standar, kalkulator scientific juga tersedia tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. Fitur lainnya termasuk konversi mata uang asing secara real-time, konversi ukuran panjang, luas, hingga kecepatan. Jadi, kalau kamu penasaran berapa kecepatan Rossi saat melintasi garis finish, kamu bisa dengan cepat mengubah kecepatan MPH ke KPH cukup menggunakan kalkulator di MIUI 8. Untuk iOS11 dan Android O, fitur-fitur tambahan lainnya baru bisa didapat dengan mengunduh aplikasi terpisah.

Dari 5 alasan di atas, mungkin belum cukup untuk meyakinkan kamu untuk beralih ke smartphone Xiaomi? Namun, seperti sudah disebutkan sebelumnya, OS MIUI juga tersedia untuk merk lain. Sebagai informasi, MIUI 8 sudah tersedia untuk beragam smartphone sejak awal tahun 2017, dan versi Global Stable dari MIUI 9 juga akan diluncurkan perkiraan bula September nanti. Melihat tradisi yang sudah-sudah, bukan tak mungkin MIUI 9 akan mengusung beberapa fitur dari Android O, meskipun masih berbasis Android 7.0 Nougat.
Back To Top